Saya sudah terbiasa dengan malam, tapi bukan dengan kesendirian.
Saya tidak takut dengan malam. Saya biasa mendampingi kegelapan, tapi tidak dengan kesendirian. Menggerogoti dari dalam, memberikan tekanan pada otak saya untuk terus meyakinkan saya tidak sendiri!
Saya takut kesendirian, tapi saya bukanlah orang yang segan untuk menyendiri.
Bukan takut, hanya tidak suka. Saya. Tidak. Suka. Rasanya sepi. Dan dalam sepi, saya menyadari berapa besar lubang yang selama ini saya coba tutupi. Kepala akan kembali meneriakan cacian yang sulit untuk dihentikan. Imajinasi saya akan mengelana, menyusuri masa-masa dimana terang itu berarti sendiri.
Harus saya akui, saya bukanlah orang yang mencintai keramaian, namun saya benci kesendirian. Muluk.
Saya bukan pelengkap, saya tidak bisa dibilang sebagai pendiam, saya lebih menilai diri saya sebagai seorang penyendiri yang menikmati keramaian.
Seperti malam. Saya adalah kegelapan yang dapat mendampingi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar