Minggu, 20 Oktober 2013

(Abu) Abu

Aku mengerti kamu, tapi biru bukan abu-abu.
Padangan semu berbasa pilu, mari ku kenalkan sang pengadu.

Abu yang mengaduh. Abu yang diadu.
Dia bukan sekedar kabut dalam laku.

Kalau kamu mengerti, Abu kan berseri.
Kalau seri tidak lindang dalam abstraksi, mereka yang hilang akan kembali.
Jangan pedulikan! Mereka hanyalah pagi yang terbenam mimpi.
Mereka bukan kamu, Pria bodoh yang hilang kendali.

Dan demi semua pembisik sunyi. Juga demi semua kunang dalam bayang abstraksi.

Aku mengerti kamu, karena kamu (Abu) Abu-ku. 


Sebuah tulisan lama yang masih bersandang pada note laptop. 
Untuk seorang yang dulu pernah menjadi bayangan abu-abu. Semoga suka :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar