Saya sudah terbiasa dengan malam, tapi bukan dengan kesendirian.
Saya tidak takut dengan malam. Saya biasa mendampingi kegelapan, tapi tidak dengan kesendirian. Menggerogoti dari dalam, memberikan tekanan pada otak saya untuk terus meyakinkan saya tidak sendiri!
Saya takut kesendirian, tapi saya bukanlah orang yang segan untuk menyendiri.
Bukan takut, hanya tidak suka. Saya. Tidak. Suka. Rasanya sepi. Dan dalam sepi, saya menyadari berapa besar lubang yang selama ini saya coba tutupi. Kepala akan kembali meneriakan cacian yang sulit untuk dihentikan. Imajinasi saya akan mengelana, menyusuri masa-masa dimana terang itu berarti sendiri.
Harus saya akui, saya bukanlah orang yang mencintai keramaian, namun saya benci kesendirian. Muluk.
Saya bukan pelengkap, saya tidak bisa dibilang sebagai pendiam, saya lebih menilai diri saya sebagai seorang penyendiri yang menikmati keramaian.
Seperti malam. Saya adalah kegelapan yang dapat mendampingi.
Senin, 28 Oktober 2013
Minggu, 27 Oktober 2013
The Moon #2 Bulan dan Kegilaan
Saya sangat rindu bulan. Cahanyanya yang berpendar, kecantikannya di langit malam, semuanya.
Salah seorang teman mengatakan, terlalu banyak cahaya bulan bisa buat kamu gila.
Teorinya tidak salah.
Pernah dengar kata lunatic? Dalam bahasa, merajuk kepada seorang yang gila, tidak dapat terprediksi, sakit mental, dan berbahaya. Kata lunatic tersendiri diambil dari luna yang berarti bulan. dan lunatic diartikan sebagai suatu penyakit yang disebabkan oleh cahaya bulan.
Konsepnya menarik. Tapi...
Mungkin bukan bulan yang salah. Mungkin orang yang gila, merasa terobati ketika dia melihat bulan. Seperti saya.
Dan iya. Saya memang gila. Sudah lama.
Salah seorang teman mengatakan, terlalu banyak cahaya bulan bisa buat kamu gila.
Teorinya tidak salah.
Pernah dengar kata lunatic? Dalam bahasa, merajuk kepada seorang yang gila, tidak dapat terprediksi, sakit mental, dan berbahaya. Kata lunatic tersendiri diambil dari luna yang berarti bulan. dan lunatic diartikan sebagai suatu penyakit yang disebabkan oleh cahaya bulan.
Konsepnya menarik. Tapi...
Mungkin bukan bulan yang salah. Mungkin orang yang gila, merasa terobati ketika dia melihat bulan. Seperti saya.
Bulan itu cantik. Dan sesuatu yang cantik itu sering kali menyakitkan. Seperti jatuh yang jelas menyakitkan. Justru sakitnya yang membuat jatuh itu indah. Seperti bulan. Bulan juga indah.
Dan iya. Saya memang gila. Sudah lama.
Day 1 : South Indian
Samy's Curry Restaurant.
the most famous south indian cuisine, they said.
Food was okay. There was a little bug in my motton. But that was okay.
Not a big problem.
They got this strong taste of southern food. Totally love that!
Minggu, 20 Oktober 2013
Pic #1 : Night to Remember
Here's a pic from our night trip to Puncak. We got there by her boyfriend's car and (as usual, after she got her boyfriend), i'm being the cool-single-whos-not-bothered friend.
She wore this blue-white Jacket.
I know i can trust her. One of my best friend that i proud of.
It's just like they said, a friend in need is a friend indeed.
(Abu) Abu
Aku mengerti kamu, tapi biru bukan abu-abu.
Padangan semu berbasa pilu, mari ku kenalkan sang pengadu.
Abu yang mengaduh. Abu yang diadu.
Dia bukan sekedar kabut dalam laku.
Kalau kamu mengerti, Abu kan berseri.
Kalau seri tidak lindang dalam abstraksi, mereka yang hilang akan kembali.
Jangan pedulikan! Mereka hanyalah pagi yang terbenam mimpi.
Mereka bukan kamu, Pria bodoh yang hilang kendali.
Mereka bukan kamu, Pria bodoh yang hilang kendali.
Dan demi semua pembisik sunyi. Juga demi semua kunang dalam bayang abstraksi.
Aku mengerti kamu, karena kamu (Abu) Abu-ku.
Sebuah tulisan lama yang masih bersandang pada note laptop.
Untuk seorang yang dulu pernah menjadi bayangan abu-abu. Semoga suka :)
Kamis, 17 Oktober 2013
The Moon #1 Bulan dan Ceritanya.
Jurnal bulan, hari pertama.
Saya percaya pada suatu legenda..
Legenda itu mengatakan, bulan adalah seorang wanita, sedangkan matahari adalah prianya. Keduanya tidak lebih dari pasangan yang terpisahkan.. selalu begitu sejak ribuan tahun yang lalu. Hanya tersatukan pagi dan senja.
Matahari itu kuat. Bulan itu lembut. Keduanya membentuk keindahan yang bermain dalam bayangan.
Malam ini, bulan terlihat bersinar sendiri, tidak ada bintang, hanya ada bayangan matahari, untuk menemani bulan tentu saja, memberikan kecantikan yang menjadi candu para penganggum rahasia bulan. Seperti malam-malam biasa. Awan hanyalah seperti asap tipis, yang tidak memiliki daya menghalangi bulan.
Matahari masih terbayang pada bulan.
Halo.
Hari biasa.
Biasa.
Biasa.
Biasa.
Biasa.
Biasa kali ini, biasa yang berbeda. Hari ini tenang. Tidak ada bayangan badai yang mengabil alih pikiran saya. Tidak ada badai, tidak seperti biasanya.
Biasanya, saya tidak membaca ulang karya-karya saya. Mati begitu saja. Tidak diakui, menjadi asing dengan tulisan sendiri. Kenangan yang awalnya terluapkan, menjadi terlupakan. Hanya menjadi alat untuk kesenangan sementara, sekedar meluangkan waktu kosong, waktu gabut, waktu untuk saya sendiri.. biasanya.
Biasanya, saya hanya menulis dalam note atau word di laptop, tapi tidak dalam blog. Tidak untuk dibaca secara umum. Tidak berani mengakui karya sendiri. Toh, karya saya masih jauh dibawah standar untuk dibaca.. biasanya.
Biasanya, tidak perlu suatu alasan untuk membuat blog, bukan? Tapi saya punya. Saya ingin menghilangkan kebanyakan "biasanya-biasanya" pada diri saya. Membuat kebiasaan baru untuk memulai, memulai mengakui karya, memulai penghidupan tulisan, maupun sketsa yang saya tidak berani tunjukan.
Biasanya, saya tidak membaca ulang karya-karya saya. Mati begitu saja. Tidak diakui, menjadi asing dengan tulisan sendiri. Kenangan yang awalnya terluapkan, menjadi terlupakan. Hanya menjadi alat untuk kesenangan sementara, sekedar meluangkan waktu kosong, waktu gabut, waktu untuk saya sendiri.. biasanya.
Biasanya, saya hanya menulis dalam note atau word di laptop, tapi tidak dalam blog. Tidak untuk dibaca secara umum. Tidak berani mengakui karya sendiri. Toh, karya saya masih jauh dibawah standar untuk dibaca.. biasanya.
Biasanya, tidak perlu suatu alasan untuk membuat blog, bukan? Tapi saya punya. Saya ingin menghilangkan kebanyakan "biasanya-biasanya" pada diri saya. Membuat kebiasaan baru untuk memulai, memulai mengakui karya, memulai penghidupan tulisan, maupun sketsa yang saya tidak berani tunjukan.
Untuk kamu yang tidak mengenal saya, inilah saya, Fitriana Sukma Damayanti. Manusia yang sedang bertindak tidak biasa yang biasanya menenggelamkan dirinya sendiri, malas untuk keluar dari pikirannya sendiri.
Tapi hari ini lebih dari sekedar hari biasa. Hari ini tidak ada badai. Hari ini saya menyendiri didepan monitor saya, menunggu untuk sekedar berkata..
"Halo."
Tidak perlu alasan untuk membuat blog, bukan?
Tapi hari ini lebih dari sekedar hari biasa. Hari ini tidak ada badai. Hari ini saya menyendiri didepan monitor saya, menunggu untuk sekedar berkata..
"Halo."
Tidak perlu alasan untuk membuat blog, bukan?
Langganan:
Komentar (Atom)

